7 Cara Pandang Baru Inilah yang Akan Kamu Genggam

cara pandang baru
cara pandang baru
cara pandang baru

 

Menurut Agen Judi Online Terpercaya awal sedang di perantauan, nyaris setiap hari kamu diciptakan mengurut dada. Ada saja hal-hal yang buatmu merasa nggak nyaman. Keinginan guna segera menyelesaikan keharusan lalu cabut kembali ke dusun halaman terus tertanam di kepala. Apalagi di perantauan ini anda benar-benar sendiri. Nggak terdapat masakan ibu yang siap tersaji tiap pagi. Nggakterdapat bapak yang membantumu memanasi motor tiap bakal berangkat sekolah. Dan yang sangat terasa, nggak terdapat orang lokasi tinggal yang menyambutmu tiap kembali malam.

 

Perantauan benar-benar anda labeli sebagai lokasi terkejam di bumi. Udah tahu anda di sini seorang diri, namun masih saja dipersulit bahkan pada hal-hal remeh sekalipun. Seperti udah antri kereta namun masih aja diserobot, sampai jadwalmu keteteran sendiri. Ingin berteduh di pinggiran toko ketika hujan, terdapat aja mobil atau motor yang sengaja lewat dan buatmu kebasahan.

Label kejam yang anda berikan pada perantauan juga pelan-pelan tanggal. Perantauan ini juga menjadi saksi bisumu dalam sekian banyak hal. Salah satunya dalam mengubah teknik pandangmu terhadap sesuatu.

 

1. Sebelum merantau anda kerap menyepelekan fulus kembalian. Sekarangfulus seribuan juga dengan hati-hati disimpan
Saat masih ikut orangtua dulu, anda seakan acuh pada receh-receh yangterdapat di saku. Bagimu alah hanya seribu doang. Buat jajan permen aja nggak dapet. Tapi begitu anda berada di perantauan, recehan yang duluanda sepelekan ini menjadi berharga sekali. Bahkan di akhir bulan anda menjadi bergantung pada sisa-sisa recehan yang terbelakang di saku celana. Cara pandangmu terhadap recehan ini berubah begitu bertahun-tahun hidup di perantauan. Apalagi bila kamu udah menikmati gimana rasanya cari fulus sendiri di sini.

 

2. Dulu anda merasa rumah melulu sebuah lokasi untuk istirahat dan berteduh, tapi sesudah merantau rumah ialah sebaik-baiknya lokasi berpulang dari segala peluh
Bangun, sekolah, pulang, tidur. Lalu pencet tombol ulang guna hari-hari ke depannya. Dulu arti rumah melulu seperti tersebut bagimu. Tapisesudah terdampar di perantauan ini, lokasi tinggal tak lagi punyaarti sederhana. Bagimu rumah ialah tempat berpulang terbaik yang pernah ada. Tempatmu meringankan segala peluh sesudah berlelah-lelah menggali sumber hidup.

 

3. Hidup jauh dari family memaksamu guna belajar dari mana saja. Mematahkan anggapanmu dulu bahwa belajar hanya dapat dilakukan di sekolah saja
Sebelum merantau, yang anda tahu serba itu-itu aja. Belajar ya melulu di sekolah saja. Selepas sekolah mesti dipakai untuk main-main hingga puas. Begitu telah merantau, teknik pandangmu mengenai belajar berubah total. Kamu pelan-pelan belajar dari hal-hal di luar bangku kuliah. Seperti belajar kesabaran dari menghadapi petugas akademik yang buatmuputus asa atau yang lebih simpel belajar mengatur finansial dari minimnya pemasukan.

 

4. Teman tak melulu sebagai mitra bersenang-senang. Di perantauan kamudapat menemukan arti baru dari suatu pertemanan
Saat masih bermukim di dusun halaman, anda memandang teman ialah partner bersenang-senang. Kalau terdapat masalah ya ditabung sendiri aja atau sangat banter dipecah sama keluarga. Tapi begitu anda masuk ke dunia perantauan, seluruh berubah. Di sini, rekan punya arti yang lebih dari senang-senang semata. Teman ya keluarga. Teman ya lokasi menumpahkan gundah gulana. Dan teman ialah penopang saat anda mulai goyah tanpahendak merepotkan family di rumah.

 

5. Kamu semakin yakin bahwa zona nyaman baiknya tak terus ditinggali. Awal duniamu baru dibuka di tanah rantau ini
Mau makan, bermukim buka tudung saji. Curhat nggak punya duit, tinggalmohon bapak atau ibu. Kalau terdapat masalah, ya kisah ke keluarga. Pasti ditolong sampai seluruh selesai. Zona nyaman laksana itulah yang buatmu berat ketika harus pergi ke perantauan. Tapi begitu menikmati perantauan sejumlah waktu, anda menjadi punya pandangan yang berbeda. Zona nyaman yang dulunya sulit buatmu guna angkat kaki dari rumah malah buatmu tak pernah berbenah. Di sini, di tanah rantau ini, anda pelan-pelan paham. Bahwa zona nyaman memang tak baik ditinggali lama-lama. Sebabanda telah merasakan, bahwa terdapat ribuan urusan seru dan menantang yang sudah menantimu di luar sana.

 

6. Di perantauan ini anda jadi paham, bahwa masih terdapat kebahagiaan yang dapat dirasakan tanpa perlu menerbitkan uang
Ingat nggak bagaimana tingkahmu dulu? Tiap malam minggu mohon tambahanduit saku guna pergi ¬ngemall atau nonton sama temanmu. Alasannya guna senang-senang sesudah satu minggu berjibaku dengan latihan di sekolah. Parameter kebahagiaanmu dulu tidak jarang kali dihubungkan dengan materi. Tapi ketika udah merantau, tidak lagi. Di perantauan standar senang dan bahagiamu lebih simpel lagi. Lihat rekan traktir santap di tanggal tua atau ikut bakti sosial di panti asuhan juga sudah dapat membuatmu merasa bahagia dan tertawa.

 

7. Tiap melihat potret ayah dan ibu anda tak melulu merasa rindu. Adakeinginan besar hendak membalas kebajikan mereka walau tak sepenuhnya bisa
Awal merantau dulu, tiap lihat potret bapak dan ibu bawaannya hendak nangis melulu. Adek kangen rumah, Bu. Adek hendak pulang ialah rengekanmesti tiap ibu menghubungimu. Tapi setelah sejumlah tahun menempa diri di perantauan, anda punya rasa nyess sendiri ketika melihat potret bapak dan ibu. Bukan lagi rindu yang menggebu, tapi malah keinginan guna membahagiakan mereka yang semakin terpacu. Rasa rindu tersebut terkalahkan dengan besarnya hendak membalas setiap kebajikan mereka, meskipun anda sadar tak sepenuhnya dapat dilakukan.

Jakarta, Bandung, Jogja, bahkan kota-kota beda di semua penjuru Indonesia, menjadi saksi bisu perjalananmu. Dari anda yang memandangperantauan tersebut pelik dan kerjam, jadi anda yang punya pandangan bahwa perantauan tersebut sebaik-baiknya lokasi untuk menempa jasmani dan mental. Selamat berusaha di perantauan untukmu yang masih punya kewajiban. Selamat purna tugas untukmu yang telah kembali ke dusun halaman.

    More Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *